Khusus Investor Pemula,Pahami Apa Saja Risiko Dari Reksadana?

Halo Halo semua,ketemu lagi Dengan Artikel Blog Olahan internet, Uang Reksadana seringkali dijadikan instrumen investasi yang direkomendasi untuk para pemula alasannya sederhana, kalau kita nyimpan uang kita di Reksadana kesannya kita tinggal lepas tangan aja soalnya manajer investasi yang akan mengelola aset investasi kita. kitanya ngapain? ya tinggal diam aja nunggu untung.

itu adalah anggapan yang keliru mengingat Reksadana juga punya resikonya sendiri.nah karena anggapan yang keliru tersebut banyak pemula yang kaget karena reksadana yang mereka beli itu ternyata rugi. mereka kira kalau uang mereka dikelola oleh manajer investasi itu udah pasti untung padahal enggak begitu Ingat, semua instrumen investasi itu punya resikonya masing-masing.

Nah, pada Artikel kali ini aku akan ngebahas nih risiko apa aja sih yang mungkin bisa terjadi kalau kita berinvestasi di Reksadana? semoga Artikel ini bisa bermanfaat ya, khususnya buat kamu yang lagi mikir-mikir buat berinvestasi di Reksadana.Kita mulai dari

Halo Halo semua,ketemu lagi Dengan Artikel Blog Olahan internet, Uang Reksadana seringkali dijadikan instrumen investasi yang direkomendasi untuk para pemula alasannya sederhana, kalau kita nyimpan uang kita di Reksadana kesannya kita tinggal lepas tangan aja soalnya manajer investasi yang akan mengelola aset investasi kita. kitanya ngapain? ya tinggal diam aja nunggu untung.     itu adalah anggapan yang keliru mengingat Reksadana juga punya resikonya sendiri.nah karena anggapan yang keliru tersebut banyak pemula yang kaget karena reksadana yang mereka beli itu ternyata rugi. mereka kira kalau uang mereka dikelola oleh manajer investasi itu udah pasti untung padahal enggak begitu Ingat, semua instrumen investasi itu punya resikonya masing-masing.    Nah, pada Artikel kali ini aku akan ngebahas nih risiko apa aja sih yang mungkin bisa terjadi kalau kita berinvestasi di Reksadana? semoga Artikel ini bisa bermanfaat ya, khususnya buat kamu yang lagi mikir-mikir buat berinvestasi di Reksadana.Kita mulai dari     Reksadana  resiko yang pertama yaitu Capital loss atau istilah gampangnya tuh Rugi.    kerugian yaitu bakalan kita dapetin Kalau Nab/unit atau harga/unit reksa dana yang kita punya itu mengalami penurunan kerugian ini baru akan terealisasi kalau kita tuh udah ngejual rugi. reksadana yang kita punya mungkin sebagian dari kamu ada yang mikir Reksadana kan dikelola oleh orang yang profesional. Emang bisa rugi Ya? untuk Reksadana pasar uang dan pendapatan tetap risikonya tuh emang relatif rendah.    tapi untuk reksa dana campuran dan reksa dana saham, bisa dibilang risikonya itu tinggi karena di portofolio kedua reksa dana tersebut tuh ada saham yang secara umum tuh memiliki fluktuasi harga yang tinggi harga/unit reksa dana saham dan campurkan tuh bisa turun sampai puluhan persen mengikuti penurunan harga saham atau instrumen investasi lain yang ada di portofolio reksadana ybs tapi ingat high-risk, high return.    di sisi lain reksa dana saham dan campuran juga bisa ngasih return yang tinggi contohnya kita bisa lihat pergerakan reksa dana saham di tahun 2020 seperti yang kita tahu nih IHSG mengalami penurunan yang cukup tajam di sepanjang tahun 2020. Nah karena sebagian besar portofolio investasi reksadana saham itu berupa saham udah jelas nih, reksa dana saham juga akan mengalami penurunan nab/unit yang tajam.    Sekarang kita coba cek reksa dana saham yang dijual di bareksa di sana kamu bisa ngeliat nih bisa dibilang semua reksa dana saham yang dijual di bareksa itu mengalami penurunan terhitung sejak awal tahun 2020.    contoh lainnya bisa kita lihat dari reksa dana saham yang ngalamin penurunan sebesar -65% dalam satu tahun terakhir bayangin deh kalau kamu beli produk reksa dana tsb sekitar 10 juta di tahun lalu. tahun ini uang kamu di reksa dana tsb cuma tinggal Rp 3,5 juta doang Wah kok bisa sih turun sedalam itu? kenapa ya? Penyebab utamanya karena Reksadana tersebut ngalokasiin dana kelolaannya ke saham-saham yang memiliki fluktuasi harga yang tinggi yang bisa dibilang sangat berisiko dari informasi kepemilikan saham yang ada tidak ada satupun saham blue chip atau saham yang memiliki fondasi bisnis yang kuat di 10 besar portofolio Reksadana tersebut.    kebayang dong portofolio reksa dana tersebut itu diisi dengan saham perusahaan yang fondasi bisnisnya itu kurang baik dan bahkan ada juga saham yang harganya tuh berada di batas bawah harga saham, yaitu Rp50 dan lagi disuspensi sama bursa. Di sini aku bukan mau nakut-nakutin kamu supaya nggak beli reksa dana Justru aku berharap kita tuh bisa sama-sama belajar dari kedua contoh tersebut.    namanya investasi kita enggak cukup beli Reksadana dan tutup mata nunggu untung doang kita tuh harus tetap nyari tahu secara detail portofolio investasi reksadana yang kita beli dan menyesuaikannya dengan profil risiko kita Inget, high risk-high return, low risk-low return kalau kamu nggak siap dengan potensi kerugian yang besar pilihlah reksa dana dengan portofolio investasi yang berisiko rendah.    Sekarang kita lanjut ke risiko yang kedua yaitu produk reksadana atau manajer investasi kena masalah masalah yang menimpa reksa dana atau manajer investasi yang bersangkutan tuh bisa macem-macem nih misalnya melanggar ketentuan dari OJK, gagal bayar, dll.    Terus kalau manajer investasi atau reksadana yang kita punya bermasalah, gimana? kalau manajer investasi Kena masalah ya bisa karena surat peringatan bahkan pencabutan izin usaha Sementara.    reksa dana yang bermasalah tuh bisa disuspensi atau perdagangan reksadananya dihentikan sementara oleh OJK tapi kalau masalahnya berat reksadana yang bersangkutan tuh bisa sampai dibubarkan oleh OJK Pada akhir tahun 2019 lalu, ada kasus yang cukup menyita perhatian nih OJK mutusin buat ngebubarin 6 produk reksa dana milik Minna padi Asset Management.    Alasan dibubarkannya tuh karena reksa dana tersebut ngejanjiin return pasti jadi mereka tuh ngasih janji, kalau kita beli reksa dana mereka, kita bakal dapet return sekian persen dalam periode waktu tertentu Lho emang nggak boleh ya janjiin return pasti? nggak boleh.    sesuai aturan dari OJK yang boleh memberi janji kepastian return pasti itu cuma reksa dana terproteksi doang sementara produk reksa dana minapadi itu merupakan Reksadana saham yang gak boleh ngejanjiin kepastian imbal hasil atau return. setelah diputusin untuk dibubarin OJK minta minna padi buat mencairkan seluruh reksadananya agar bisa mengembalikan uang ke para nasabah tapi dalam prakteknya, ya nggak semudah itu karena ada saham-saham dengan volume transaksi kecil di portofolio reksa dana Minna Padi.    Jadi mereka tuh kesulitan buat ngejual sahamnya bahkan ada juga beberapa saham yang lagi disuspensi sama bursa.    sekarang kita lanjut ke risiko yang ketiga yaitu reksa dana tidak dijamin oleh LPS. kamu perlu tahu nih instrumen investasi deposito dan simpanan sampai dua miliar itu dijamin oleh LPS Jadi kalau ada apa-apa sama bank yang bersangkutan kita tuh bisa ngajuin klaim penjaminan simpanan ke LPS.    Nah, reksa dana ini tuh enggak dijamin oleh LPS karena enggak dijamin sama LPS risiko reksadana itu bisa dibilang lebih besar kalau dibandingin sama deposito tapi tenang aja, meskipun gak dijamin oleh LPS reksa dana tetap dalam pantauan OJK.    jadi kalau reksa dana atau manajer investasinya kena masalah OJK yang akan turun tangan. Oke deh setelah kamu udah tahu risiko-risiko dalam berinvestasi reksa dana mungkin kamu tuh bertanya-tanya Hal apa aja sih yang perlu kita lakuin buat meminimalisir risiko tersebut?     Ada beberapa hal nih bisa kita lakuin untuk meminimalisir risiko tsb yang pertama cek dan evaluasi komposisi portofolio reksa dana kamu .Jadi gini, setiap produk reksa dana itu punya portofolio investasi yang beda-beda dalam konteks reksa dana saham misalnya ada yang dana kelolaannya tuh dialokasikan ke saham-saham blue chip atau saham-saham perusahaan besar ya udah punya fondasi bisnis yang kuat.    saham-saham blue chip ini tuh seringkali dinilai cukup aman dan harganya cukup stabil karena fondasi bisnisnya udah kokoh tapi ada juga reksa dana yang ngalokasiin reksa dananya ke saham-saham perusahaan kecil yang belum punya fondasi bisnis yang kuat biasanya samsang. seperti ini memiliki fluktuasi harga yang tinggi dan sangat beresiko komposisi portofolio investasi reksa dana ini bisa kamu cek di fund fact sheet dari produk reksadana yang bersangkutan ini.    tugas kamu sebagai investor untuk ngecek dan mengevaluasi portofolio investasi reksadana yang kamu punya inget, return sebuah reksa dana di masa lalu itu ga mencerminkan return reksa dana di masa depan. Jadi kamu harus bener-bener mengevaluasi secara berkala portofolio investasi reksa dana yang kamu punya.    yang kedua, cek reputasi dan kompetensi manajer investasi.kamu bisa nganalogiin beli reksa dana itu kayak kamu lagi rekrut orang buat ngelola aset investasi kamu. nah jelas kamu nggak bisa sembarangan pilih orang kamu harus tahu, siapa sih orang yang ngelola uang kamu? gimana sih reputasinya? gimana history kinerja-nya? semua informasi tersebut bisa kamu dapetin di prospektus reksa dana ybs selain melihat reputasi dan kompetensi manajemen investasi kamu juga bisa mempertimbangkan dana kelolaan manajer investasi ybs.    semakin besar dana kelolaan yang dikelola oleh manajer investasi bisa dibilang operasi bisnis reksadananya tuh jadi lebih stabil karena ada risiko tersendiri kalau kita nyimpan uang kita di reksa dana dari manajer investasi yang dana kelolaannya tuh belum terlalu besar bisa jadi, manajer investasi tersebut tuh bakal ngalamin kesulitan keuangan kalau ada nasabah yang mutusin untuk mencairkan dananya dalam jumlah besar.    yang ketiga, jangan taruh porsi terlalu besar pada reksa dana pecah aset kamu ke bentuk yang lain juga untuk diversifikasi aset. mentang-mentang dikelola oleh manajer investasi bukan berarti kamu bisa percayakan semua uang kamu ke reksa dana. ya minimalisir risiko kamu dengan diversifikasi aset,Udah banyak banget cerita para investor pemula yang terlalu mempercayakan sebagian besar dana mereka ke reksa dana dan akhirnya malah mengalami kerugian.    kamu jangan sampai kayak gitu ya Oke deh, segitu aja yang mau aku sampein semoga apa yang aku sampein ini bisa bermanfaat buat kamu semua sampai ketemu lagi di Artikel selanjutnya.
Reksadana

resiko yang pertama yaitu Capital loss atau istilah gampangnya tuh Rugi.

kerugian yaitu bakalan kita dapetin Kalau Nab/unit atau harga/unit reksa dana yang kita punya itu mengalami penurunan kerugian ini baru akan terealisasi kalau kita tuh udah ngejual rugi. reksadana yang kita punya mungkin sebagian dari kamu ada yang mikir Reksadana kan dikelola oleh orang yang profesional. Emang bisa rugi Ya? untuk Reksadana pasar uang dan pendapatan tetap risikonya tuh emang relatif rendah.

tapi untuk reksa dana campuran dan reksa dana saham, bisa dibilang risikonya itu tinggi karena di portofolio kedua reksa dana tersebut tuh ada saham yang secara umum tuh memiliki fluktuasi harga yang tinggi harga/unit reksa dana saham dan campurkan tuh bisa turun sampai puluhan persen mengikuti penurunan harga saham atau instrumen investasi lain yang ada di portofolio reksadana ybs tapi ingat high-risk, high return.

di sisi lain reksa dana saham dan campuran juga bisa ngasih return yang tinggi contohnya kita bisa lihat pergerakan reksa dana saham di tahun 2020 seperti yang kita tahu nih IHSG mengalami penurunan yang cukup tajam di sepanjang tahun 2020. Nah karena sebagian besar portofolio investasi reksadana saham itu berupa saham udah jelas nih, reksa dana saham juga akan mengalami penurunan nab/unit yang tajam.

Sekarang kita coba cek reksa dana saham yang dijual di bareksa di sana kamu bisa ngeliat nih bisa dibilang semua reksa dana saham yang dijual di bareksa itu mengalami penurunan terhitung sejak awal tahun 2020.

contoh lainnya bisa kita lihat dari reksa dana saham yang ngalamin penurunan sebesar -65% dalam satu tahun terakhir bayangin deh kalau kamu beli produk reksa dana tsb sekitar 10 juta di tahun lalu. tahun ini uang kamu di reksa dana tsb cuma tinggal Rp 3,5 juta doang Wah kok bisa sih turun sedalam itu? kenapa ya? Penyebab utamanya karena Reksadana tersebut ngalokasiin dana kelolaannya ke saham-saham yang memiliki fluktuasi harga yang tinggi yang bisa dibilang sangat berisiko dari informasi kepemilikan saham yang ada tidak ada satupun saham blue chip atau saham yang memiliki fondasi bisnis yang kuat di 10 besar portofolio Reksadana tersebut.

kebayang dong portofolio reksa dana tersebut itu diisi dengan saham perusahaan yang fondasi bisnisnya itu kurang baik dan bahkan ada juga saham yang harganya tuh berada di batas bawah harga saham, yaitu Rp50 dan lagi disuspensi sama bursa. Di sini aku bukan mau nakut-nakutin kamu supaya nggak beli reksa dana Justru aku berharap kita tuh bisa sama-sama belajar dari kedua contoh tersebut.

namanya investasi kita enggak cukup beli Reksadana dan tutup mata nunggu untung doang kita tuh harus tetap nyari tahu secara detail portofolio investasi reksadana yang kita beli dan menyesuaikannya dengan profil risiko kita Inget, high risk-high return, low risk-low return kalau kamu nggak siap dengan potensi kerugian yang besar pilihlah reksa dana dengan portofolio investasi yang berisiko rendah.

Sekarang kita lanjut ke risiko yang kedua yaitu produk reksadana atau manajer investasi kena masalah masalah yang menimpa reksa dana atau manajer investasi yang bersangkutan tuh bisa macem-macem nih misalnya melanggar ketentuan dari OJK, gagal bayar, dll.

Terus kalau manajer investasi atau reksadana yang kita punya bermasalah, gimana? kalau manajer investasi Kena masalah ya bisa karena surat peringatan bahkan pencabutan izin usaha Sementara.

reksa dana yang bermasalah tuh bisa disuspensi atau perdagangan reksadananya dihentikan sementara oleh OJK tapi kalau masalahnya berat reksadana yang bersangkutan tuh bisa sampai dibubarkan oleh OJK Pada akhir tahun 2019 lalu, ada kasus yang cukup menyita perhatian nih OJK mutusin buat ngebubarin 6 produk reksa dana milik Minna padi Asset Management.

Alasan dibubarkannya tuh karena reksa dana tersebut ngejanjiin return pasti jadi mereka tuh ngasih janji, kalau kita beli reksa dana mereka, kita bakal dapet return sekian persen dalam periode waktu tertentu Lho emang nggak boleh ya janjiin return pasti? nggak boleh.

sesuai aturan dari OJK yang boleh memberi janji kepastian return pasti itu cuma reksa dana terproteksi doang sementara produk reksa dana minapadi itu merupakan Reksadana saham yang gak boleh ngejanjiin kepastian imbal hasil atau return. setelah diputusin untuk dibubarin OJK minta minna padi buat mencairkan seluruh reksadananya agar bisa mengembalikan uang ke para nasabah tapi dalam prakteknya, ya nggak semudah itu karena ada saham-saham dengan volume transaksi kecil di portofolio reksa dana Minna Padi.

Jadi mereka tuh kesulitan buat ngejual sahamnya bahkan ada juga beberapa saham yang lagi disuspensi sama bursa.

sekarang kita lanjut ke risiko yang ketiga yaitu reksa dana tidak dijamin oleh LPS. kamu perlu tahu nih instrumen investasi deposito dan simpanan sampai dua miliar itu dijamin oleh LPS Jadi kalau ada apa-apa sama bank yang bersangkutan kita tuh bisa ngajuin klaim penjaminan simpanan ke LPS.

Nah, reksa dana ini tuh enggak dijamin oleh LPS karena enggak dijamin sama LPS risiko reksadana itu bisa dibilang lebih besar kalau dibandingin sama deposito tapi tenang aja, meskipun gak dijamin oleh LPS reksa dana tetap dalam pantauan OJK.

jadi kalau reksa dana atau manajer investasinya kena masalah OJK yang akan turun tangan. Oke deh setelah kamu udah tahu risiko-risiko dalam berinvestasi reksa dana mungkin kamu tuh bertanya-tanya Hal apa aja sih yang perlu kita lakuin buat meminimalisir risiko tersebut?

Ada beberapa hal nih bisa kita lakuin untuk meminimalisir risiko tsb yang pertama cek dan evaluasi komposisi portofolio reksa dana kamu .Jadi gini, setiap produk reksa dana itu punya portofolio investasi yang beda-beda dalam konteks reksa dana saham misalnya ada yang dana kelolaannya tuh dialokasikan ke saham-saham blue chip atau saham-saham perusahaan besar ya udah punya fondasi bisnis yang kuat.

saham-saham blue chip ini tuh seringkali dinilai cukup aman dan harganya cukup stabil karena fondasi bisnisnya udah kokoh tapi ada juga reksa dana yang ngalokasiin reksa dananya ke saham-saham perusahaan kecil yang belum punya fondasi bisnis yang kuat biasanya samsang. seperti ini memiliki fluktuasi harga yang tinggi dan sangat beresiko komposisi portofolio investasi reksa dana ini bisa kamu cek di fund fact sheet dari produk reksadana yang bersangkutan ini.

tugas kamu sebagai investor untuk ngecek dan mengevaluasi portofolio investasi reksadana yang kamu punya inget, return sebuah reksa dana di masa lalu itu ga mencerminkan return reksa dana di masa depan. Jadi kamu harus bener-bener mengevaluasi secara berkala portofolio investasi reksa dana yang kamu punya.

yang kedua, cek reputasi dan kompetensi manajer investasi.kamu bisa nganalogiin beli reksa dana itu kayak kamu lagi rekrut orang buat ngelola aset investasi kamu. nah jelas kamu nggak bisa sembarangan pilih orang kamu harus tahu, siapa sih orang yang ngelola uang kamu? gimana sih reputasinya? gimana history kinerja-nya? semua informasi tersebut bisa kamu dapetin di prospektus reksa dana ybs selain melihat reputasi dan kompetensi manajemen investasi kamu juga bisa mempertimbangkan dana kelolaan manajer investasi ybs.

semakin besar dana kelolaan yang dikelola oleh manajer investasi bisa dibilang operasi bisnis reksadananya tuh jadi lebih stabil karena ada risiko tersendiri kalau kita nyimpan uang kita di reksa dana dari manajer investasi yang dana kelolaannya tuh belum terlalu besar bisa jadi, manajer investasi tersebut tuh bakal ngalamin kesulitan keuangan kalau ada nasabah yang mutusin untuk mencairkan dananya dalam jumlah besar.

yang ketiga, jangan taruh porsi terlalu besar pada reksa dana pecah aset kamu ke bentuk yang lain juga untuk diversifikasi aset. mentang-mentang dikelola oleh manajer investasi bukan berarti kamu bisa percayakan semua uang kamu ke reksa dana. ya minimalisir risiko kamu dengan diversifikasi aset,Udah banyak banget cerita para investor pemula yang terlalu mempercayakan sebagian besar dana mereka ke reksa dana dan akhirnya malah mengalami kerugian.

kamu jangan sampai kayak gitu ya Oke deh, segitu aja yang mau aku sampein semoga apa yang aku sampein ini bisa bermanfaat buat kamu semua sampai ketemu lagi di Artikel selanjutnya.

Tag: risiko reksadana
risiko reksadana saham
risiko reksadana pendapatan tetap
risiko reksadana pasar uang
risiko reksadana campuran
risiko reksadana terproteksi
risiko reksadana obligasi
risiko reksa dana apa aja
risiko investasi reksadana adalah
resiko dari reksadana
resiko dalam reksadana
risiko investasi di reksadana
risiko berinvestasi di reksadana
resiko investasi di reksadana
risiko dalam reksadana
tingkat risiko reksadana
risiko investasi reksadana
risiko investasi reksadana syariah
risiko wanprestasi reksadana
risiko likuiditas reksadana
risiko reksadana syariah
resiko dalam investasi reksadana
risiko reksadana yaitu

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak